Photobucket
Photobucket

Selasa, 09 Agustus 2011

Pelayan yang baik hati

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.

"Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.

Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.

"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ?

Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.

Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia kesudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit.

"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".

"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.

"Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.

Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.

Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.

Pelajarannya adalah; perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal.

"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu,jika kamu melakukannya." (Yohanes 13:13-17)

"Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan." (Lukas 22:26)

Senin, 08 Agustus 2011

Yang Muda Yang Berkomitmen



Inilah komitmen kami ya Tuhan, dengan segala apa yang kami miliki.. ini kami dihadapanMu, sebagai pemuda yang akan berkomitmen untuk selalu melayani Mu :)
(1 Timotius 4 : 12)

Senin, 06 Juni 2011

Kisah bunga putih..

Ini adalah kisah sebuah bunga putih… Ia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia adalah bunga yang terindah yang pernah tumbuh di antara tanah yang penuh dengan semak duri..
Ia tumbuh dengan indah di tengah semak-semak yang keheranan akan bentuk sang bunga putih yang berbeda dengan yang lainnya. Para semak duri lalu memandangnya dengan sinis dan tidak pernah memandang sang bunga putih dengan bersahabat, sehingga si bunga putih pun merasa bahwa ialah yang paling buruk karena ia memiliki bentuk yang paling berbeda di antara semak-semak duri tersebut.
Waktu pun berlalu, sang bunga putih tak pernah merasa bahagia.. bahkan ia sering bertanya kepada kupu-kupu yang senang bermain dengannya :” Mengapa aku harus tumbuh berbeda dengan yang lainnya? Mengapa aku terlihat begitu buruk dibandingkan yang lain”?
Kupu-kupu menjawab :” Kau tidak buruk, bunga putih. Hal yang membuatmu merasa buruk adalah karena dirimu terlihat berbeda dengan yang lainnya. Justru kau adalah bunga yang terindah yang pernah kutemui,bunga putih.” Jawab sang kupu-kupu kepada sang bunga putih.
Bunga putih pun terkejut :”Apa maksudmu,kupu-kupu?”. Kupu-kupu lalu menjawab : “Tahukah dirimu, bunga putih.. bunga sepertimu adalah bunga yang cantik dan terindah, karena di tengah-tengah tanah yang penuh dengan semak duri kau tumbuh dengan anggunnya.. dan bahkan, bagiku kau adalah penolongku, karena ketika aku lapar, di tengah-tengah tempat yang sepertinya tidak ada harapan untuk mencari madu dari bunga, kau ada untuk menyediakan madu sehingga aku tidak kelaparan.. Bunga putih, bunga sepertimu yang tumbuh diantara semak duri sesungguhnya adalah bunga yang cantik dan terindah, karena kau menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah tanah yang penuh semak duri”, kata sang kupu-kupu.
Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.
Terkadang kita seperti bunga putih diatas. Kita seringkali kecewa dan merasa buruk atau tertekan karena berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.
Kita seringkali tak menyadari bahwa ketika kita berbeda dengan yang lainnya,Tuhan memiliki rencana yang besar di dalam hidup kita..yaitu untuk menjadikan hidup kita menjadi hidup yang memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan,dan untuk menunjukkan bagi setiap orang, bahwa mimpi masih bisa terwujud di tengah dinginnya dunia,dan harapan masih ada meskipun sepertinya segala sesuatunya tidak dapat menjanjikan apa-apa…
Karena itu, yakinlah di dalam hatimu.. mungkin pada awalnya dirimu merasa tertekan karena berbeda dengan yang lainnya.. Namun, Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam mengatur dan menempatkan dirimu..karena Ia tahu, perbedaan yang ada pada dirimu adalah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa harapan masih ada di dunia yang dingin seperti batu.. Dan Ia memilihmu karena Ia mempunyai rencana yang besar di dalam hidupmu,yang tak pernah terpikirkan dalam benakmu..namun sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh Tuhan..
Karena itu, percayalah..bahwa apapun yang terjadi di dalam hidupmu..semuanya akan mendatangkan kebaikan dan harapan di dalam hidupmu dan juga hidup orang lain.. dan terlebih dari itu semua, percayalah bahwa apa yang Tuhan tetapkan di dalam hidupmu..pasti pada akhirnya semua hal itu akan menjadi indah pada waktuNya..

#Today's quote#

Don't put a question mark


where God put a period.

Minggu, 05 Juni 2011

Menghayati Panggilan Tuhan, Menjalankan Kewajiban

Ada beberapa sebab orang tidak melayani Tuhan, dan salah satu alasannya adalah tidak melihat panggilan Tuhan itu sebagai suatu kewajiban, tetapi lebih kepada pilihan. Seharusnya kewajiban meresponi panggilan Tuhan ini terjadi secara otomatis sebagai tanda terima kasih atas anugerahNya, sehingga kewajiban melayani dilaksanakan dengan sukarela dan bukan karena paksaan. Ada panggilan Tuhan secara khusus dan ada panggilan Tuhan secara umum kepada kita. Jika Tuhan memanggil seseorang untuk tugas khusus, itu berarti Tuhan pasti akan melengkapi dan memampukan sehingga ia sanggup melaksanakan panggilan itu dengan baik, hal ini terjadi seperti panggilan Tuhan kepada Yeremia (1:4-10). Adapun dasar dari pelayanan kita adalah kasih kepada Allah dan sesama. Kasih adalah hukum Tuhan yang terutama, yang membuat segala yang kita lakukan menjadi berarti. Kasih juga merupakan kekuatan yang memampukan kita bertahan dalam menghadapi berbagai kesulitan pelayanan seperti yang dilakukan Yesus dalam masa inkarnasiNya. Yang menjadi persoalan bagi kita, adakah kita bersedia meresponi panggilan Tuhan itu? Soal mampu atau kemampuan adalah urusan Tuhan, Ia pasti memampukan kita. Kiranya Tuhan menolong kita.

Sabtu, 04 Juni 2011

Ayo ikut ret-reat!!! :)

Dipakai Tuhan untuk melayani sesama selama kita masih muda itu berkat yang sangat luar biasa... tapi apakah kita sudah sungguh2 melayani? atau  masih bingung bagaimana caranya melayani sesuai dgn yg Tuhan mau dilingkup anak muda?
kalo iya.. yookkk ikutan Ret-reat NHKBP 2011 tgl 5-7 agustus (dicatat ya! hehehe..)yg bertemakan YANG MUDA YANG BERKOMITMEN diambil dari ayat 1 Tim 4:12...
disini kita bisa belajar bagaimana caranya berkomitmen dlm stiap kehidupan kita, terutama di dlm playanan sekaligus mengenal bentuk2 kegiatan  (pelayanan) pemuda yg ada di HKBP JTW... dan yg pasti nih, kita bisa berkenalan dgn teman2 segereja kita....
yg pasti temen2 ga bakalan nyesel kalo ikut ret2 ini, karena dijamin acaranya bakal sangat MENARIK, BERMANFAAT, dan BERMAKNA...

ok..okk.okk...

so, Buruan daftar!! ;)